Demokrasi Tanpa Parpol

Demokrasi Tanpa Parpol


Pada umumnya, Partai politik memang diciptakan untuk memudahkan sistem pemerintahan demokrasi. Dan pada sejarahnya, memang parpol tercipta karena cakupan wilayah sudah mulai luas. Yang semula hanya di lingkup kerajaan atau intern pemerintah. Berkembang ke banyak lapisan masyarakat.

Yang pada awalnya, Partai Politik diciptakan untuk menjadi penyambung lidah antara masyarakat dan pemerintah. pada perkembangannya amulai melenceng dari tujuan awalnya. Bisa kita lihat dari angka korupsi di Indonesia, MAYORITAS dilakukan oleh para politisi yang tergabung dalam partai politik tertentu.

Peta perpolitikan yang saling sikut menyikut antar parpol, seakan akan menandakan bahwa partai politik tidak sesuai fungsi awalnya lagi yaitu sebagai penyambung lidah rakyat, melainkan sebagai palang pintu menuju kekuasaan.  

Terkadang, saya bingung. saat proses kaderisasi partai politik, pastilah mereka diajari untuk selalu cintqa tanah air, dan anti korupsi. Namun, pada kenyataannya banyak kader yang melakukan tindak pidana korupsi. Apa ada yang salah dalam sistem perekrutan para kader? 

Memang, banyak yang berpendapat bahwa "ya.. namanya juga politik. identik dengan kekuasaan. Lu gapernah baca buku sih...."  Ya, itu memang benar. Tapi, sampai kapan kita harus berpedoman pada buku - buku politik tersebut? jika hati nurani kita berfungsi dengan baik, kita peduli sesama, cinta sesama manusia bukan tidak mungkin, negara bahkan dunia akan terus hidup damai. Saling memenuhi kebutuhan satu dengan lainnya. Sampai kapan kita mau mengikuti pemahaman - pemahaman para tokoh tersebut?!?!?

GA PENGEN JADI TOKOH??

Bukan hanya perpolitikan di negara. Bahkan di kampus - kampus saja sudah mengikuti budaya berpolitik yang seperti ini. Saling lempar isu, negative campaign, dan lain lain. Padahal seharusnya politik dikampus harus berjalan dengan damai, saling merangkul, toh kebijakan yang akan dikeluarkan pasti akan dirasakan bersama pula. Tetapi, karena biasanya masing - masing calon terafisiliasi dengan partai / organisasi ekstra tertentu. Hal itu sukar terjadi. Mengingat partai tersebut pastinya punya kepentingan yang harus dipenuhi pula.

Padahal, jika pemilu di semua kampus berjalan dengan kompetisi yang sehat, itu bisa mnenjadi cikal bakal sehatnya politik negeri ini di masa yang akan datang. Toh.. kita juga kan yang akan menjadi pemimpin - pemimpin bangsa di masa yang akan datang...

Menurut saya, sudah saatnya kita memikirkan akan opsi ini. Menurut saya itu bisa dilakukan... Jika tidak dapat terwujud, saya akan terus berharap para kader partai benar benar mewujudkan apa itu arti cinta tanah air, dan sifat jujur anti korupsi.



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh












Komentar